Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan pergerakan dalam tren turun pada hari Kamis, dan kali ini, tidak ada lagi yang bahkan mempertanyakan: "Mengapa?" Perlu diingat bahwa pada awal pekan, pasar dilanda gelombang optimisme akibat pernyataan Donald Trump tentang akan segera berakhirnya perang di Iran. Menurut pemimpin Amerika tersebut, hampir semua tujuan sudah tercapai, dan Selat Hormuz akan dibuka kembali dengan cara apa pun—baik oleh Iran maupun oleh Angkatan Laut AS. Namun, seperti yang terlihat dalam praktik, hal semacam itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Masuknya konvoi kapal Angkatan Laut AS ke Selat Hormuz hanya akan berarti satu hal: Iran akan melancarkan serangan terhadap mereka. Iran tidak bersedia mencabut blokade secara sukarela, karena blokade tersebut merupakan titik tekan utama terhadap AS dan dunia.
Agar kata-kata Teheran tidak dipandang sekadar gertakan, pada hari Rabu Iran melancarkan tidak kurang dari enam serangan terhadap kapal tanker di dekat Selat Hormuz. Dengan demikian, kita melihat bahwa pernyataan para pejabat Iran memiliki bobot, sementara presiden AS justru menyampaikan janji-janji yang pasar sendiri tidak tahu bagaimana cara merealisasikannya.
Menurut pandangan kami, Trump telah memulai lagi sebuah permainan belakang layar, yang motif sebenarnya hanya diketahui oleh sangat sedikit orang. Awalnya, tampak bahwa perang di Iran adalah dalih untuk memblokir pasokan minyak dan gas ke Tiongkok, karena Tiongkok tetap menjadi pesaing utama AS di panggung global. Mungkin memang demikian. Kemarin, muncul sebuah dugaan bahwa AS telah merebut status sebagai penjamin kargo laut terbesar di dunia dari Inggris dengan cara melancarkan perang di Iran. Sederhananya, saat ini tidak ada perusahaan asuransi di dunia yang bersedia mengasuransikan kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, sementara perusahaan-perusahaan Amerika siap melakukannya. Namun, masih belum jelas bagaimana kapal-kapal Amerika yang diasuransikan tersebut akan bisa keluar dari wilayah konflik. Meski begitu, hipotesis ini tetap ada.
Jelas bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk menyerang Iran sekarang. Mungkin Iran memang menjadi ancaman bagi dunia Barat; namun, Trump tidak mungkin tidak menyadari konsekuensi yang akan ditimbulkannya. Seluruh dunia Barat (dan bukan hanya Barat) saat ini menjadi sandera Iran. Tentu saja, minyak tidak hanya tersedia di Timur Tengah, tetapi harga minyak bisa saja naik hingga 200 dolar per barel, yang akan melukai perekonomian banyak negara. Belum lagi inflasi yang selama bertahun-tahun berusaha dikendalikan oleh banyak bank sentral. Dengan demikian, secara paradoks, Teheran justru berharap negara-negara Barat akan menghentikan Trump ketika mereka tak lagi mampu menanggung lonjakan harga minyak dan gas. Ini juga sebuah hipotesis, tetapi apa lagi yang bisa kita lakukan sekarang selain menyusun hipotesis? Jelas bahwa perang ini tidak dimulai tanpa alasan, dan bukan pula karena Iran siap meluncurkan rudal balistik dan nuklir ke Eropa atau AS besok pagi.

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama 5 hari trading terakhir per 13 Maret adalah 85 pip dan dikategorikan sebagai "rata-rata". Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak dalam kisaran 1,1440 hingga 1,1610 pada hari Jumat. Saluran regresi linear bagian atas telah mendatar, yang mengindikasikan potensi pembalikan tren. Indikator CCI kembali memasuki area oversold, memberi sinyal kemungkinan kelanjutan tren naik. Selain itu, telah terbentuk divergensi "bullish".
Level Support Terdekat:
S1 – 1,1475
Level Resistance Terdekat:
R1 – 1,1597
R2 – 1,1719
R3 – 1,1841
Rekomendasi Trading:
Pasangan EUR/USD masih berada dalam fase koreksi di dalam tren naik. Latar belakang fundamental global tetap sangat negatif bagi dollar. Pasangan ini telah bergerak sideways selama tujuh bulan, dan kemungkinan sudah saatnya melanjutkan tren global tahun 2025. Dollar tidak memiliki dasar fundamental untuk pertumbuhan jangka panjang. Saat ini kita sedang menyaksikan satu lagi koreksi global.
Dengan harga yang berada di bawah moving average, posisi short kecil dapat dipertimbangkan dengan target di 1,1475 dan 1,1440 berdasarkan pertimbangan teknikal dan juga karena situasi yang kompleks di Timur Tengah. Di atas garis moving average, posisi long tetap relevan dengan target di 1,1963 dan 1,2085.
Penjelasan Ilustrasi:
- Saluran regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke satu arah yang sama, berarti tren saat ini kuat;
- Garis moving average (pengaturan 20.0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading saat ini;
- Level Murray – level target untuk pergerakan dan koreksi;
- Level volatilitas (garis merah) – perkiraan kanal harga di mana pasangan ini kemungkinan akan bergerak pada hari berikutnya, berdasarkan indikator volatilitas saat ini;
- Indikator CCI – ketika memasuki area oversold (di bawah -250) atau area overbought (di atas +250), mengindikasikan bahwa pembalikan tren ke arah sebaliknya semakin dekat.