empty
 
 

28.07.202615:53:33UTC+00Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi dalam 15 Bulan

Indeks dolar melemah ke 101,3 pada hari Selasa, mundur dari level tertinggi 15 bulan di 101,6 yang tercapai pada sesi sebelumnya, seiring turunnya harga energi yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Pejabat AS menekankan bahwa solusi diplomatik dengan Iran dalam konflik yang sedang berlangsung masih dimungkinkan, mendorong harga bahan bakar turun dari puncak lokal terbaru dan mengurangi persepsi risiko kembalinya inflasi yang dipicu oleh energi.

Meskipun demikian, harga bahan bakar masih tinggi jika dibandingkan dengan standar historis, karena ekspor dari Timur Tengah masih tertahan. Beberapa anggota FOMC baru-baru ini mengindikasikan bahwa inflasi yang tetap tinggi dan tanda-tanda ketangguhan pasar tenaga kerja dapat membenarkan suku bunga yang lebih tinggi.

Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakan pada pertemuan besok, meskipun pasar berjangka masih memperhitungkan kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini. Mata uang AS menahan kenaikan terbaru terhadap euro dan yen, sementara ketidakpastian politik di Inggris mendukung apresiasi terbaru pound.

  • Grand Choice
    Contest by
    InstaForex
    InstaForex always strives to help you
    fulfill your biggest dreams.
    GABUNG KONTES
  • Chancy Deposit
    Isi akun Anda sebesar $3000 dan dapatkan $4000 lebih banyak!
    Pada Juli kami mengundi $4000 dalam promo Chancy Deposit!
    Dapatkan kesempatan untuk menang dengan melakukan deposit sebesar $3000 pada akun trading Anda. Setelah memenuhi persyaratan ini, Anda telah menjadi partisipan promo.
    GABUNG KONTES
  • Trade Wise, Win Device
    Top up akun anda dengan dana minimal $500, daftar kontes, dan dapatkan peluang untuk memenangkan perangkat seluler.
    GABUNG KONTES
  • 30% Bonus
    Raih bonus 30% setiap kali anda top up
    DAPATKAN BONUS


Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.
Widget callback